CARA MENCEGAH KARBOHIDRAT MENJADI LEMAK

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu contoh terlalu banyak konsumsi karbohidrat.
Tak perlu menghindari karbohidrat sepenuhnya karena tubuh masih memerlukan nutrisi dan energi dari karbohidrat. Hanya saja yang peru diperhatikan adalah, apabila tidak hati-hati maka konsumsi karbohidrat dapat berubah menjadi lemak. Karena itu ada beberapa tips untuk mencegahnya, antara lain adalah :
1. Makan Karbohidrat Setelah Berolahraga
Cara terbaik untuk tetap membuat karbohidrat diserap tubuh secara maksimal dan membantu diet Anda adalah dengan mengkonsumsinya setelah berolahraga. Ini bermanfaat karena karbohidrat akan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh yang sangat dibutuhkan setelah berolahraga berat. Selain itu, konsumsi karbohidrat setelah olahraga juga membantu pertumbuhan otot dan memperbaiki kerusakan otot akibat olahraga.
2. Hindari Karbohidrat Saat Makan Siang
Ada baiknya untuk menghindari konsumsi karbohidrat saat makan siang. Selain tidak memperbaiki kerusakan sel atau otot pada tubuh, karbohidrat akan menyebabkan Anda menjadi kurang fokus di siang hari. Ada baiknya mengkonsumsi karbohidrat pada sore hari untuk membantu tubuh rileks dan tidur dengan mudah. Lebih baik pilih karbohidrat dan sayuran seperti kentang daripada mendapatkannya dari roti dan pasta.
jo makan mie
3. Jangan Hanya Konsumsi Karbohidrat
Anggapan bahwa hanya mengkonsumsi karbohidrat saat makan akan membuat tubuh lebih mudah mencerna merupakan mitos belaka. Yang terbaik adalah mengkonsumsi karbohidrat dengan protein. Karbohidrat dan protein akan membuat Anda merasa lebih kenyang dan berenergi, serta menghindari penumpukan lemak dan kalori pada tubuh. Selain itu mengonsumsi protein dan karbohidrat akan mencegah naiknya gula darah.
4. Hindari Minum Minuman Manis Saat Makan
Yang terakhir adalah hindari minuman manis saat makan. Jus yang banyak mengandung gula atau minuman bersoda bisa memperlambat proses pencernaan. Ini akan membuat karbohidrat yang dikonsumsi menjadi lemak dan menyebabkan peningkatan berat badan. Alkohol dan kopi juga memiliki efek yang sama. Jadi minum air putih setelah makan. Proses ini akan mempercepat proses pencernaan dan membantu pembakaran lemak.Selain itu, air putih lebih sehat dibandingkan minuman manis atau soda.

DAFTAR MAKANAN YANG BERKOLESTEROL

Islam mengajarkan umatNya untuk memilih makanan yang halal dan thayyib. Makanan yang halal insya Allah sudah jelas, yakni yang halal dari aspek zatnya dan halal dari aspek memperolehnya. Sedangkan makanan yang thayyib diantaranya makanan yang menyehatkan. Bagaimana dengan makanan yang mengandung kolesterol ?

Ternyata kolesterol dibagi menjadi dua jenis, LDL ( Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (High Density Lipoprotein) atau kolesterol baik. Nah, jika kolesterol jahat berbahaya bagi kesehatan, kolesterol baik penting untuk menyeimbangkan kesehatan. Sebab, kolesterol baik bersifat seperti penyaring, menurunkan dan mengolah kembali kolesterol jahat.

Jadi jika selama ini anda memiliki kolesterol tinggi atau terancam bahaya kolesterol jahat, Anda perlu memperbanyak makanan yang mengandung kolesterol baik. Apa saja ? Berikut ini ada beberapa jenis makanan yangm mengandung LDL maupun HDL.

14 jenis makanan yang mengandung kolesterol / lemak jahat (LDL), diantaranya adalah :

  1. Daging Unggas – Daging unggas memang dianggap lebih minim resiko dibanding daging merah karena memiliki kandungan lemak yang cenderung lebih rendah. Namun, jika dimakan dalam jumlah yang banyak atau terlalu sering, daging unggas juga akan memberikan efek negatif, salah satunya adalah peningkatan kadar kolesterol dalam darah
  2. Gula tambahan – Satu fakta yang cukup mengejutkan adalah gula tambahan ternyata berhubungan dengan penurunan kadar kolesterol ‘baik’ atau  High Density Lipoprotein (HDL) dalam darah. Jadi pengurangan gula tambahan dalam diet, selain mengurangi risiko diabetes juga memperbaiki kadar kolesterol.
  3. Kentang Tumbuk – Kentang tumbuk atau mashed potato ternyata memiliki kandungan lemak yang tinggi. Terutama yang ditemukan di restoran karena mengandung mentega, krim, susu, keju yang berlebihan. Hal tersebut membuat salah satu sumber karbohidrat ini menjadi makanan tinggi lemak jenuh.
  4. Pizza – Satu potong pizza mengandung 10 gram lemak dan 4,4 gr lemak jenuh. Angka itu belum termasuk topping yang mungkin mengandung lebih banyak lemak.
  5. Kelapa – Produk kelapa seperti santan ataupun minyak kelapa mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Namun, penggunaannya dalam skala sedang tidak terlalu berakibat buruk terhadap kadar kolesterol darah.
  6. Produk susu dan turunannya – Produk susu memang minuman menyehatkan dan mengandung banyak nutrisi yang penting seperti kalsium, protein, vitamin dan mineral, tetapi juga mengandung lemak jenuh / kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan jika berlebihan. Maka sebaiknya pilihlah produk  susu yang rendah lemak / susu skim, karena susu dan produk turunannya seperti mentega, keju, es krim dan yoghurt sebaiknya dihindari oleh mereka yang menderita kolesterol tinggi.
  7. Pai dan kue – Pai dan kue berbahan baku mentega, krim, susu dan keju yang mengandung lemak jenuh. Maka satu gigitan pai dan kue sudah memberikan sumbangan kalori yang tinggi bagi tubuh.
  8. Popcorn – Satu wadah popcorn ukuran sedang mengandung 60 gr lemak jenuh dan 1,200 kalori. Hal ini dikarenakan pengolahan popcorn membutuhkan minyak yang berpengaruh terhadap kadar kolesterol.
  9. Telur – Telur adalah makanan yang menyehatkan yang disarankan untuk dikonsumsi saat sarapan. Namun sebaiknya hindarilah mengkonsumsi kuning telur terlalu banyak, karena kuning telur mengandung kolesterol yang sangat tinggi yaitu mencapai 1435 mg untuk setiap 100 gr. Satu butir kuning telur memiliki berat sekitar 17gr, dan lebih dari 200 mg kolesterol. Kandungan kolesterol pada kuning telur ini jauh lebih tinggi dibandingkan jeroan ataupun seafood, sehingga usahakan tidak mengkonsumsi lebih dari 1 kuning telur setiap harinya. Namun hal ini tidak berlaku untuk putih telur. Bagian makanan ini mengandung banyak protein dan nyaris tanpa kolesterol.
  10. Daging – Daging sapi, kambing, dan babi dikenal sebagai salah satu sumber kolesterol jahat. Kandungan kolesterol per 100 gr dari daging sebenarnya tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 72 mg untuk daging sapi dan 70 mg untuk daging babi. Namun jumlah daging yang dikonsumsi dan cara pengolahannya yang sering menggunakan minyak goreng membuat bahan makanan ini sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Beberapa bagian daging seperti iga bahkan memiliki kadar lemak yang terlalu tinggi. Daging olahan seperti burger, sosis dan ham juga harus dibatasi konsumsinya. Makanan ini mengandung lemak jenuh yang jahat dan sodium. Trend belakangan ini menunjukkan bahwa banyak orang yang mulai beralih dari daging merah ke daging unggas seperti ayam dan bebek. Daging unggas memiliki kadar kolesterol yang ebih rendah dibanding daging merah, namun dianjurkan untuk tidak sering mengkonsumsinya, apalagi bila unggas tersebut digoreng. Ketika anda memakan ayam atau bebek, usahakan untuk tidak mengkonsumsi bagian kulitnya, karena bagian inilah yang memiliki konsentrasi kolesterol paling tinggi.
  11. Jeroan – Jika daging masih bisa dikonsumsi dalam jumlah terbatas, maka jeroan atau bagian organ dari ternak potong ini sebaiknya dihindari sama sekali. Kandungan kolesterol dari jeroan jauh lebih tinggi dibanding daging. Jeroan juga mengandung kadar purin yang cukup tinggi, yang bisa menyebabkan penyakit asam urat. Otak sapi misalnya, bagi penggemar jeroan mungkin ini bagian yang paling enak karena teksturnya lembut dan rasanya gurih. Namun kandungan kolesterol pada otak sapi cukup tinggi, mencapai 200 mg per 100 gr. Hati atau lever bahkan memiiki kadar kolesterol yang lebih tinggi lagi, yaitu mencapai 564 mg per 100 gr. Padahal batas konsumsi kolesterol bagi orang normal adalah 300 mg per hari. Hati merupakan tempat diproduksinya kolesterol dalam tubuh, jadi wajar saja jika kandungannya tinggi. Secara umum, semua jenis jeroan memang kurang bagus untuk kesehatan kita.
  12. Seafood – Beberapa jenis seafood dikenal memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Mereka adalah udang, kepiting, cumi, lobster dan kerang. Meskipun sepintas mereka tidak terlihat berlemak, namun kadar kolesterol dari hewan-hewan laut ini masuk dalam kategori makanan berkolesterol tinggi. Jika anda suka dengan makanan laut, cobalah dengan mengkonsumsi ikan. Bahan makanan ini bisa membantu menurunkan kolesterol dalam darah. Beberapa jenis ikan berlemak seperti patin, tuna, salmon, mackarel dan ikan hering dikenal mengandung banyak omega 3 yang berperan dalam mengurangi kolesterol / trigliserida dalam tubuh.
  13. Fast Food – Sebagian orang sangat menyukai fast food karena rasanya yang enak dan memberi kesan seolah mengikuti gaya hidup modern. Namun faktanya, fast food atau makanan cepat saji adalah jenis makanan yang benar-benar harus dihindari, terutama yang cara pengolahannya melewati proses penggorengan. Minyak goreng pada restoran fast food biasanya digunakan berkali kali pada suhu tinggi sehingga mengandung lemak jenuh yang banyak.
  14. Snack / Camilan – Snack, baik yang diproduksi oleh pabrikan maupun skala industri rumah tangga biasanya mengandung banyak lemak trans karena proses pengolahannya yang melalui penggorengan pada suhu tinggi.

10 jenis makanan yang mengandung kolesterol / lemak baik (HDL), diantaranya adalah :

    1. Oat – Makanan yang berserat seperti oat mampu membantu penurunan kadar kolesterol jahat dalam pembuluh darah.
    2. Minyak Zaitun – Beberapa makanan yang dimasak dengan minyak zaitun terbukti lebih menyehatkan. Pasalnya minyak zaitun mengandung antioksidan yang memerangi kolesterol jahat.
    3. Gandum – Hampir sama seperti oat, gandum juga merupakan salah satu sumber makanan yang berserat tinggi. Makan gandum akan mengontrol kadar kolesterol baik dalam darah. Gandum bisa ditemukan dalam produk roti.
    4. Biji Rami – Tekstur biji rami sangat menarik dan membuat makanan memiliki cita rasa yang sedikit berbeda dari biasanya. Mengenai kanadungan nutrisinya, biji rami kaya akan serat dan kandungan omega 3. Fungsinya adalah untuk membantu menurunkan risiko diabetes, penyakit  jantung dan bahkan kanker.
    5. Yoghurt – Bakteri pada yoghurt mengandung enzim yanng mampu melancarkan saluran pencernaan. Selain itu yoghurt juga kaya akan kolesterol baik. Jadikan yoghurt sebagai makanan ringan yang menyehatkan setiap hari.
    6. Alpukat– Selain daging buahnya yang gurih, alpukat memiliki kandungan lemak baik (HDL).  Kandungan lutein pada alpukat berkhasiat untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan mata dan kandungan klorofilnya merupakan antioksidan.
    7. Minyak Kelapa Murni – Minyak kelapa dapat menjadi pilihan terbaik sebagai menu makanan penutup yang sehat. Meski kegunaan minyak kelapa masih terus dipelajari, tapi manfaatnya telah diakui ampuh sebagai anti– bakteri, kaya akan vitamin K dan E dan zat besi. Beberapa riset bahkan mengindikasikan, minyak kelapa dapat membantu manajemen berat badan, karena mengurangi stres pada sistem endokrin.
    8. Ikan – Salmon, sarden, herring, makarel dan tuna adalah jenis ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Lemak pada ikan sangat dibutuhkan utnuk emmbantu pertumbuhan, perkembangan fungsi otak, dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Asam lemak omega – 3 dapat membantu mengurangi kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), mengurangi peradangan dan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker dan diabetes tipe 2.
    9. Kacang-kacangan – Kebanyakan kacang-kacangan mengandung tingkat kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan mampu meningkatkan kolesterol baik. Kenari misalnya, mengandung asam lemak omega-3 yang melindungi Anda dari ritme jantung abnormal yang mematikan dan pembekuan darah.
    10. Cokelat Hitam – Terakhir, sumber kolesterol baik bagi tubuh adalah cokelat hitam. Ingat, semakin gelap cokelat, semakin baik pula kandungan nutrisinya. Jadi jangan takut gemuk makan cokelat asalkan Anda makan secukupnya dan sesuai aturan.

    Demikian daftar makanan yang mengandung kolesterol jahat dan koleserol baik, semoga bermanfaat bagi Anda.

kue eyha